Share

Indikator populer untuk kalangan trader ini mudah dimengerti dan digunakan. Indikator Stochastic mampu memberikan informasi terkait momentum dan kekuatan trend dalam trading forex.

Walaupun tak menawarkan akurasi hingga 100%, indikator Stochastic dapat dikombinasikan dengan indikator lain ataupun manajemen modal untuk mendapatkan hasil yang baik.

Cara kerja dan penggunaan Stochastic Oscillator

Fungsi utama indikator Stochastic adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) pada trading. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator Stochastic Oscillator, digunakan untuk melakukan buy saat di level bawah dan sel saat di level atas.
stochastic oscillator
Pada indikator ini, terdapat dua garis dalam osilator yang disebut sebagai %K dengan warna biru dan garis %D untuk warna merah.

Jika Stochastic berada dalam level yang tinggi, mengindikasikan harga yang mendekati rentang puncak selama beberapa periode waktu tertentu. Sementara itu, level Stochastic yang rendah mengindikasikan momentum penurunan yang kuat.

Area overbought dan oversold

area overbought dan oversold
Kesalahan interpretasi terhadap istilah overbought dan oversold adalah salah satu kesalahan dan masalah terbesar dalam trading.

Indikator Stochastic tak menunjukkan harga oversold dan overbought, namun menunjukkan momentum.

Tak seperti Fibonacci yang hanya bekerja pada posisi downtrend atau uptrend, Stochastic juga dapat bekerja dengan baik dalam keadaan sideway.

Oleh sebab itu diperlukan ketelitian lebih untuk menerjemahkan sinyal buy maupun sell dari Stochastic saat pasar trending. Kemudian menggunakannya sebagai referensi dengan syarat sinyal yang muncul harus searah dengan trend yang berlangsung.

Saat downtrend, trader dapat mencari sinyal sell. Sementara itu, pada uptrend trader bisa mencari sinyal buy.

Menemukan Divergence dengan Stochastic

menentukan divergence dengan stochastic
Bullish adalah kecenderungan harga bergerak naik secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Pada forex, pasar bullish sering disebut dengan uptrend, yang terjadi bisa base currency suatu pasang mata uang mengalami kenaikan nilai. Salah satu faktor utamanya karena data fundamental ekonomi suatu negara.

Sementara itu, bearish adalah kecenderungan harga untuk bergerak turun secara terus menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Kondisi ini bisa disebut dengan istilah downtrend yang terjadi jika base currency dalam suatu pasang mata uang mengalami pelemahan nilai.

Secara umum, indikator dalam trading forex menggunakan hasil perbandingan rata-rata dari data di rentang waktu tertentu. Sehingga timeframe yang lebih pendek akan riskan terhadap data invalid atau noise saat mengambil kesimpulan.

Sifat sensitif dari indikator Stochastic Oscillator dapat memberikan keuntungan namun juga memberikan sinyal palsu.

Oleh sebab itu, Stochastic harus dipadukan dengan osilator lain seperti MACD atau RSI untuk memberikan sinyal yang lebih jelas sehingga kesalahan dalam membaca indikator dapat dihindari.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan indikator ini adalah memperbanyak latihan dengan mengamati Stochastic.
Baca beragam artikel edukasi forex di Indovestory yang dapat membantu Anda memahami seluk-beluk dalam trading forex. Termasuk berita, analisa, edukasi forex, hingga istilah-istilah trading seperti margin call, spread, buy stop, dan sebagainya.



Sumber: www.foreximf.com

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail