Share

Pasar keuangan terbesar di dunia, valuta asing, menjadi salah satu pasar yang dapat dilakukan dengan berbagai macam pair atau pasangan mata uang. Pada umumnya pasangan mata uang yang sering digunakan dan menjadi favorit di kalangan para trader adalah pair mayor atau major currency pairs. Namun demikian, tak sedikit trader yang mencoba trading dengan pair cross atau cross currency pairs. Hal tersebut dikarenakan range pergerakan harga di pair cross yang relatif lebih besar dibandingkan dengan pair mayor.
pair cross
Pair cross merupakan pasangan mata uang mayor yang tidak melibatkan atau menggunakan Dolar AS di dalamnya. Mata uang mayor yang biasa dipasangkan dengan USD adalah Euro (EUR), Pound Sterling (GBP), Yen (JYP), Dolar Kanada (CAD), Dolar Australia (AUD), Franc Swiss (CHF), dan Dolar New Zealand (NZD). Pair cross yang dimaksud adalah memperdagangkan ketujuh mata uang tersebut satu sama lain.

Berikut ini tiga tips bermanfaat untuk sukses trading menggunakan pair cross:

1. Memahami latar belakang pair cross yang ditradingkan

memahami latar belakang pair cross yang ditradingkan
Melakukan trading dengan pair cross bisa sangat menarik pada kondisi tertentu, seperti krisis. Hal tersebut dapat memungkinkan trader melakukan trading dengan selisih fundamental yang lebih mudah dibaca.

Contohnya, insiden referendum Brexit sempat membuat volume perdagangan EUR/GBP melejit hingga miliaran dolar setiap hari. Likuiditas tinggi tersebut akan membuka peluang profit yang luas bagi trader.

Sebagai tips, Anda bisa memantau situasi fundamental dari pair yang diperdagangkan untuk mengantisipasi loss. Hal tersebut untuk menghindarkan dari terjebak likuiditas yang menipis dan mengakibatkan pergerakan ekstrim.

2. Memahami settlement transaksi

settlement transaksi
Settlement merupakan istilah teknis eksekusi pembukaan dan penutupan suatu posisi trading. Proses tersebut berhubungan dengan perhitungan transaksi mata uang yang ditradingkan dengan mata uang dasar akun. Sehingga profit yang diperoleh harus mempertimbangkan kurs mata uang dari pair cross ke mata uang saldo akun.

Jika kurs yang digunakan lebih fluktuatif, maka settlement juga akan lebih rumit. Bahkan jika tak mampu menghitung konversi dengan baik, trader tak bisa menghindari rugi.

Oleh sebab itu, sebaiknya membuka akun dengan mata uang dasar selain USD, guna memudahkan pair cross.

3. Mewaspadai spread

Spread sangat dipengaruhi oleh likuiditas dari suatu pair mata uang. Untuk mata uang mayor, umumnya spread lebih tipis, bahkan bisa di bawah 1 pip, tergantung kebijakan broker forex. Sementara itu, untuk pair cross, biasanya terdapat dua tipe spread yang ditawarkan, yaitu spread lebih besar dan spread yang lebih volatil (mudah melebar dan menyempit). Likuiditas tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan sesi perdagangan yang berlangsung.

Untuk menghindari dari risiko spread volatile dan menjaga profit, umumnya broker akan mengenakan spread yang lebih besar pada pasangan mata uang yang tidak likuid. Oleh sebab itu, trader diharapkan dapat memperhitungkan semua risiko tersebut.
Demikian 3 tips sukses melakukan trading dengan pair cross.

Temukan pula ragam informasi menarik seputar forex di Indovestory yang dapat membantu Anda memahami seluk-beluk dalam trading forex. Termasuk berita, analisa, edukasi forex, hingga istilah-istilah trading seperti broker ECN, spread, stop out, dan sebagainya.



Sumber: www.inbizia.com

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail