Share

Di dalam trading, ada banyak jenis strategi yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan lebih banyak untung. Salah satunya adalah strategi ‘hedging’ yang dipercaya sebagai “strategi pelindung risiko”. Dengan demikian, tidak heran bila strategi ini sangat dielukan banyak trader.

Namun, ternyata strategi hedging jauh lebih berisiko jika dibandingkan dengan strategi lainnya. Alih-alih ingin memperbaiki situasi, Anda justru akan memperburuk keadaan jika tidak pandai menerapkan strategi ini dengan tepat.

Nah, agar terhindari dari risiko, pelajari tips dari Indovestory terkait kerugian hedging dan cara mengatasinya.

Mengenal Jenis Hedging

mengenal jenis hedging
Ada dua jenis hedging yaitu hedging terencana dan hedging tidak terencana. Sesuai dengan namanya, hedging terencana hanya bisa dilakukan oleh trader profesional yang sudah paham dengan situasi dan kondisi pasar saat itu.

Sedangkan hedging tidak terencana justru banyak dilakukan oleh para pemula. Minimnya pengetahuan tentang kondisi pasar, ditambah pemilihan strategi yang belum baik, tentu tidak heran jika hedging tidak terencana justru menghasilkan risiko lebih besar.

Risiko Strategi Hedging Tidak Terencana

resiko strategi hedging tidak terencana
1. Spread Double dan Komisi Berlipat

Saat menerapkan strategi hedging, maka seorang trader harus membuka posisi Buy dan Sell dalam waktu bersamaan atau relatif singkat. Mayoritas trader menganggap bahwa metode ini tidak akan menimbulkan kerugian, tergantung waktu yang tepat untuk membuka posisi Hedging.

Namun disisi lain, Anda harus mengetahui bahwa membuka posisi satu pair secara bersamaan adalah hal yang tidak mungkin. Dalam kondisi pasar tenang sekalipun, selisih bid dan ask bisa terpaut 1 hingga 10 poin.

Intinya, Anda harus sudah memutuskan rugi ketika menggunakan strategi Hedging ini. Karena posisi yang dibuka dan ditutup dalam waktu relatif singkat, sudah pasti tidak akan menghasilkan keuntungan. Hal ini dikarenakan spread membuat order Anda tidak berada pada tempat yang sama.

2. Hedging Tiada Akhir

Risiko Hedging bisa terjadi ketika terjebak dalam “Hedging yang telah di-Hedging dalam posisi Hedging”. Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah endless Hedging.

Seringkali para pemula mempelajari strategi Hedging dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang menyebabkan kerugian Hedging bagi pemula. Para oknum ini biasanya meminta trader untuk menambah posisi Hedging dan menambah transaksi dalam setiap Hedging dengan iming-iming kerugian tidak akan bertambah.

Alhasil, strategi trading pun akan menjadi Martingale.

Kesalahan Membuka Hedging

kesalahan membuka hedging
Salah Menentukan Timing

Saat melepas posisi Hedging, diperlukan timing yang tepat. Tetapi, timing juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan oleh trader saat membuka Hedging. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika trader panik menghadapi harga yang tiba-tiba melawan posisi. Kepanikan ini bisa berlanjut sampai posisi Hedging dilepas, dan jika Hedging dilakukan pada timing yang pas, setidaknya keuntungan dan kerugian berakhir impas.

Salah Membuka Posisi

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula saat Heading adalah tidak mengetahui dengan baik cara melepas Hedging. Padahal saat Hedging, posisi dan timing adalah dua hal yang penting. Jika posisi yang dilepas arahnya benar, tetapi timing yang dipilih tidak tepat, maka akan menimbulkan kerugian yang besar. Parahnya, kesalahan ini bisa menyebabkan Margin Call atau Stop Out.

Cara Mengatasi Risiko Hedging

Jangan Lakukan Hedging

Jangan praktekkan Hedging sama sekali, jika Anda masih ragu menggunakan strategi ini. Masih banyak trader profesional yang sukses hanya dengan mengandalkan Moving Average. Anda cukup memaksimalkan indikator lain yang membantu selama Hedging, tanpa perlu memikirkan strategi Hedging.

Bidik Keuntungan Saat Membuka Hedging

Jika Anda masih ingin mencoba strategi ini, sebaiknya harus berakhir dengan keuntungan. Perlakukan strategi ini seperti strategi trading normal lain, terutama mengenal level-level Stop Loss dan Take Profitnya.

Jangan Lelah Belajar

Jangan pernah lelah belajar tentang strategi Hedging. Mulai dari mendapatkan keuntungan hingga solusi untuk mengatasi kerugian. Jika enggan belajar, sudah pasti akan tertinggal dengan yang lain.

Sekali lagi, strategi ini adalah strategi dengan kesulitan dan risiko tinggi. Maka dari itu, strategi ini banyak dikuasai oleh trader profesional. Bagi Anda yang ingin mencoba strategi ini, hati-hati dalam melakukan Hedging ataupun locking. Jika perlu, Anda sewa seorang mentor yang terpercaya.


Demikian ulasan terkait hedging sebagai pengetahuan trading forex.

Selain artikel tersebut, Anda juga dapat memperoleh berita, analisa, dan edukasi forex di Indovestory. Website ini menyediakan beragam ulasan dan informasi terkait istilah-istilah dalam forex, termasuk lot, moving average, margin call, dan sebagainya.



Sumber: www.inbizia.com

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail