Share

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang trader adalah menentukan Stop Loss dan Take Profit. Strategi ini bisa dikatakan sedikit tricky dan membutuhkan analisis yang kuat.

Dalam pembelajaran seputar dasar trading forex, topik yang umum dibahas adalah pentingnya mengetahui dan menentukan tempat yang tepat sebagai titik entry posisi. Namun, manajemen trading ini juga tidak bisa diabaikan karena meskipun memiliki entry yang bagus, trader juga tetap bisa rugi jika tidak mampu menentukan titik exit yang ideal.
Dilihat dari prakteknya, trader harus memahami bahwa total keuntungan yang didapat merupakan hasil selisih antara gross loss dan gross profit. Jadi, trader perlu mengingat bahwa kesuksesan trading bisa terjadi apabila total profit melebihi total loss. Sedikit tidak mungkin melakukan trading tanpa mengalami kerugian, sehingga manajemen risiko dipandang sangat penting dalam trading.
Dalam trading forex, stop loss dan take profit merupakan bagian dari dasar risk management. Seorang trader harus menyadari bahwa trading bukan menjadi aktivitas untuk mencari untung semata, tetapi juga memahami risiko yang ada dan mempersiapkan diri untuk kerugian dalam prosesnya jika hasil tidak sesuai dengan prediksi. Apalagi pasar forex sangat volatile dan cepat berubah, sehingga trader membutuhkan strategi dan perencanaan yang kuat sebelum terjun ke dalamnya.

Nah, untuk bisa mengetahui lebih banyak tentang kesalahan-kesalahan yang wajib dihindari serta cara memperbaikinya, simak penjelasan di bawah ini!

Menentukan Stop Loss dan Take Profit Terlalu Rapat

Hal ini menjadi kesalahan pertama yang sering dilakukan trader. Perlu diketahui bahwa pasar forex bisa cepat berubah dalam waktu yang tidak terduga. Jika Anda meletakkan stop loss atau take profit terlalu rapat atau berdekatan, maka kemungkinan posisi akan terhenti sebelum harga menuju ke arah yang diinginkan. Dengan kata lain, Anda terlalu cepat berasumsi di awal sebelum melihat pergerakan yang sesungguhnya.

Seperti contoh, Anda akan membuka posisi buy GBP/JPY di 145.00 dengan stop loss di 144.90. Meski perhitungan Anda benar jika harga akan bounce di sekitar angka tersebut, tetapi tetap ada kemungkinan harga akan menurun 10-15 pip lagi sebelum akhirnya naik, anggap hingga 147.00.

Jadi, penting untuk memberikan ruang bernafas saat menentukan stop loss atau take profit untuk menghindari skenario seperti di atas. Anda juga harus selalu cek volatilitas pasar tujuan, karena hal ini sangat berhubungan dengan fluktuasi harga dalam chart.

Di lain sisi, ruang bernafas ini juga tidak bisa terlalu besar. Hal yang perlu dipahami adalah menaruh titik stop loss atau take profit yang terlalu berjauhan juga tidak menjamin memberikan untung.

Pada dasarnya, kedua titik ini berguna untuk mencegah trader rugi terlalu banyak dengan memperingatkan bahwa pasar ternyata tidak bergerak sesuai yang diharapkan. Jika keduanya diletakkan terlalu jauh dari titik entry, maka fungsi peringatan tidak akan berguna lagi. Selain itu, penting untuk memperhatikan rasio Risk/Reward dalam trading.
Menentukan Stop Loss dan Take Profit Terlalu Rapat

Menggunakan Ukuran Posisi Sebagai Dasar Perhitungan

Menggunakan ukuran posisi “x pip” atau “x dolar” untuk menentukan stop loss adalah sebuah kesalahan besar. Pada kenyataannya, pasar tidak bergerak berdasarkan jumlah lot yang Anda masukkan, tetapi kebalikannya. Anda yang seharunsnya menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Dengan begitu, Anda harus memiliki kemampuan analisis yang baik agar bisa memilih titip stop loss atau take profit yang tepat.

Alur trading yang paling tepat adalah menganalisis dan menentukan titik stop loss dan tak profit sebelum membuka posisi trading. Keuntungan dalam hal ini adalah karena sebelum ada risiko kehilangan modal, trader bisa terbebas dari pengaruh emosional saat trading, serta bisa menilai secara objektif kapan harus lanjut ataupun berhenti.
Menggunakan Ukuran Posisi Sebagai Dasar Perhitungan

Meletakkan Stop Loss dan Take Profit Pada Batas Support Resistance yang Tepat

Selain memilih posisi stop loss dan take profit yang terlalu rapat dan jauh, kesalahan lain yang sering dilakukan trader adalah meletakkan tepat di garis support resistance. Alasannya adalah kembali pada volatilitas pasar.

Perlu diingat bahwa pasar forex bergerak dalam pola yang tidak menentu, sehingga garis support dan resistance tidak bisa digunakan sebagai patokan penentuan stop loss dan take profit seutuhnya.

Kemungkinannya adalah harga bisa melakukan reversal atau perubahan arah sebelum mengenai garis. Harga bahkan bisa melebihi batas terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalami perubahan arah, baik bentuk reversal atau breakout.

Sebagai trader, sebaiknya cukup menggunakan batas-batas tersebut sebagai alat bantu. Meski memang terkadang terlihat menarik dan bisa dipercaya, tetapi Anda juga harus memperhitungkan risikonya.

Cara terbaik yang bisa dilakukan yaitu memilih stop loss dan take profit di dekat kedua garis pembatas, tetapi tidak tepat pada garisnya. Beri jarak agar harga tetap memiliki ruang untuk menunjukkan arah geraknya meski telah melewati garis pembatas.
Meletakkan Stop Loss dan Take Profit Pada Batas Support Resistance yang Tepat

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail