Share

Trader pemula umumnya membutuhkan alat bantu untuk mendapat sinyal kapan harus Buy atau Sell. Karena itu, di sini akan dibahas cara analisa mudah menggunakan indikator Moving Average yang sederhana dan mudah digunakan.

Kenapa Pemula Perlu Belajar Menggunakan Indikator Moving Average?

Memang tak dipungkiri, banyak sekali pilihan indikator yang dapat mempermudah trader pemula memperoleh sinyal trading. Namun, dari sekian banyak pilihan tersebut, Moving Average adalah salah satu indikator paling fleksibel, karena dapat digunakan di semua Time Frame (dari Hourly sampai Weekly) dan juga bisa dikombinasikan dengan indikator lain untuk mempertajam sinyal trading.

Yang membuatnya sangat luwes adalah fakta bahwa MA berasal dari perhitungan sederhana rerata bergerak sepanjang periode yang kalian pilih. Maksudnya, Indikator klasik ini secara visual memberikan panduan ‘hakikat’ trend perubahan harga dengan menyingkirkan noise dari harga pembukaan dan penutupan dalam satu candle.
cara mudah analisa forex via moving average 3
Contohnya pada chart GBP/USD (h4) di atas dengan kondisi trend yang sekilas terlihat masih Bullish. Dalam penampilan candlestick seperti ini, kebanyakan trader pemula akan bingung menentukan trend apa yang sebenarnya sedang berjalan karena candlestick-candlestick sebelumnya bergerak naik-turun seolah tanpa trend jelas (noise).
cara mudah analisa forex via moving average 2
Sekarang, dengan bantuan indikator Moving Average (garis biru), terlihat bahwa sebetulnya trend masih dalam kondisi Bearish, karena candlestick berada di bawah garis tersebut. Garis Moving Average secara visual membantu trader menyaring noise dari candlestick-candlestick sebelumnya.

Selain itu, indikator Moving Average juga seringkali digunakan sebagai petunjuk Resistance atau Support dinamis. Jadi, jika harga mendekati MA berperiode besar (50 s/d 200), kemungkinan harga akan menge-test level tersebut sebelum mengalami reversal atau breakout. Contohnya seperti yang terlihat pada chart GBP/USD di atas, harga terkini terlihat jelas dengan menguji level Resistance dari garis MA 100.

Sinyal Trading Dari Crossover Indikator Moving Average

Indikator Moving Average seringkali digunakan bersamaan dengan indikator lain untuk mempertajam kualitas sinyal trading. Dalam hal ini, contoh yang paling umum adalah sinyal trading dari Crossover dua atau lebih garis Moving Average.

a. Golden Cross (sinyal Buy)

Sinyal Buy terlihat saat garis Moving Average berperiode lebih pendek bergerak ke atas menyeberang garis Moving Average berperiode panjang. Kualitas sinyal semakin akurat dalam pasar Bearish.

b. Death Cross (sinyal Sell)

Sebaliknya, sinyal Sell terpantau ketika garis Moving Average pendek bergerak ke bawah menyeberang garis MA lebih panjang. Usahakan untuk mengamati sinyal ini selama kondisi Uptrend untuk memaksimalkan keuntungan.

Contoh Analisa Mudah Menggunakan Indikator Moving Average

Setelah memahami alasan kenapa indikator ini cukup populer di kalangan trader, berikut ini adalah contoh kasus sehari-hari bagaimana cara memanfaatkan Indikator MA untuk mendapatkan sinyal trading akurat.
cara mudah analisa forex via moving average 4
Chart USD/JPY (daily) di atas memberikan sinyal Buy ketika MA 20 (garis merah) bergerak ke atas hendak menyeberang MA 100 (garis biru). Sinyal Golden Cross dari kedua MA ini diperkuat dengan pergerakan harga yang terlihat berulang kali menguji Support dinamis dari MA 100 (garis biru).

Bersiaplah membuka posisi Buy saat Price Action mengkonfirmasi dorongan dari para Bull trader.
cara mudah analisa forex via moving average 5
Voila, dengan mengikuti sinyal Buy dari indikator Moving Average ini, trader berpotensi mengeruk keuntungan hingga ratusan (160) pips.

Sebaliknya, kalian dapat mengeruk keuntungan besar dari posisi Sell saat Death Cross terpantau pada kondisi pasar Bullish. Konfirmasikan sinyal jual tersebut dengan menunggu terbentuknya Bearish Price Action pada time frame lebih kecil.

Kesimpulan

Indikator Moving Average akan selalu mendapat perhatian dari para trader, dari pemula sampai veteran, karena kemudahan dan fleksibilitasnya. Inilah alasan utama kenapa trader harus mencoba bertrading menggunakan indikator sederhana ini.

Perlu diingat, sejatinya indikator Moving Average adalah lagging indicator, yang menunjukkan pergerakan harga dari data-data lampau sebagai bantuan untuk mengetahui trend pasar. Dengan kata lain, Moving Average tidak dapat memproyeksikan kemana harga selanjutnya akan bergerak. Meskipun begitu, Indikator Moving Average masih dapat dijadikan alat bantu untuk menyaring noise dan meningkatkan ketajaman sinyal trading.

Setelah kalian terbiasa bertrading dengan indikator Moving Average, kalian bahkan bisa mengembangkan sinyal trading lebih akurat lagi dengan alternatif lainnya seperti EMA dan MACD.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail