Share

Pasar forex dibanjiri oleh perusahaan-perusahaan yang menawarkan layanan trading, beberapa di antaranya telah memiliki izin dari regulator broker, banyak juga yang tidak. Ketika kalian masih awam dan dihadapkan pada memilih broker yang sesuai dengan kebutuhan, mungkin sulit untuk mengetahui mana broker yang teregulasi dan apa bedanya.

Dalam hal ini, trader seringkali dihadapkan dengan kegalauan antara lain:
  • Apa itu regulator forex?
  • Bagaimana cara mengenali broker teregulasi?
  • Apa saja kerugian trading di broker yang tidak teregulasi?
Jika kalian sedang mengalami kebingungan soal cara memilih broker mengetahui fungsi regulator forex dan hubungannya dengan keamanan dana adalah langkah awal yang tepat. Dengan begitu, kalian bisa terhindar dari penipuan trading forex yang semakin marak.

Apa Itu Regulator Forex?

Regulator forex adalah sebuah lembaga yang secara khusus ditujukan untuk mengatur aktivitas trading valas di suatu negara. Karena sifatnya yang terdesentralisasi dan global, pasar forex memang lebih rentan terhadap penipuan dan regulasinya masih belum sedetail pasar finansial lainnya.
regulator forex
Untuk menghindari kerugian finansial, aktivitas trading forex perlu diregulasi untuk memastikan perilaku bisnis yang adil dan etis. Karena itu broker, bank investasi dan penjual sinyal harus beroperasi sesuai dengan aturan dan standar yang ditetapkan oleh regulator forex. Selain itu, mereka juga harus terdaftar dan dilisensikan di negara tempat operasi mereka berada.

Tugas-Tugas Regulator Forex

Setiap regulator Forex beroperasi di wilayahnya masing-masing, dengan detail peraturan dan penerapannya sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Di wilayah Uni Eropa (yang terdiri dari berbagai negara) misalnya, regulator besarnya adalah Mifid. Di Inggris, lembaga regulator forex adalah FCA, sementara Australia punya ASIC.
tugas tugas regulator forex
Untuk broker yang ada di Indonesia, regulator forex yang diakui adalah Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) yang berada di bawah naungan Kementrian Perdagangan.

Secara umum, pekerjaan regulator forex meliputi:

1. Pengawasan

Regulator forex bertugas untuk mengawasi para penyedia layanan jasa trading agar tidak dapat membuat klaim atau janji yang tidak realistis atau menyesatkan. Hal ini juga sebagai antisipasi agar trader tidak mengambil keputusan trading yang berisiko atau masuk ke posisi yang tidak sesuai.

2. Pemisahan dana klien (Segregated Account)

Peraturan ini mengharuskan semua simpanan disimpan secara terpisah dari rekening bank broker. Dengan adanya aturan tersebut, broker tidak dapat menggunakan dana klien untuk biaya operasional atau lainnya.

3. Pelaporan dan pengungkapan

Aturan ini memastikan klien broker mendapat informasi yang baik tentang status akun mereka dan risiko yang terkait dengan produk forex. Jika kalian ditawari sebuah produk trading atau broker yang belum dikenali, jangan ragu untuk menanyakan status regulasinya.

4. Batas leverage

Batas ini memastikan klien mempertahankan tingkat risiko yang dapat diterima. Di Indonesia, leverage maksimal yang diperbolehkan adalah 1:200. Dengan demikian, broker yang teregulasi oleh Bappebti tidak mungkin menawarkan leverage yang terlalu tinggi kepada konsumen (misalnya 1:1000).

5. Persyaratan modal minimum

Pembatasan ini memastikan bahwa klien dapat menarik dana mereka kapan saja termasuk jika terjadi kebangkrutan broker.

6. Audit

Audit berkala memastikan risiko keuangan broker dapat ditoleransi dan tidak ada penyalahgunaan dana. Untuk tujuan ini, broker harus menyerahkan laporan keuangan dan kecukupan modal secara berkala.

Cara Mengenali Broker yang Diawasi Regulator Forex

Broker teregulasi adalah perusahaan-perusahaan penyedia layanan trading yang terdaftar di badan pengatur keuangan negara mereka, sehingga harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh badan tersebut.

Broker yang diawasi regulator forex akan menunjukkan nomor regulasinya di website mereka. Dari situ, kalian bisa cek ke website resmi regulator, apakah betul broker tersebut terdaftar atau hanya asal catut.
cara mengenali broker yang diawasi regulator forex
Seperti yang telah dijelaskan di atas, broker teregulasi juga harus melakukan bukti audit reguler, laporan keuangan yang jelas, serta mematuhi kriteria ketat agar tetap nomor regulasinya tidak dicabut.

Kerugian Trading di Broker yang Tidak Diakui Regulator Forex

Di sisi lain, broker yang tidak teregulasi tidak harus mematuhi aturan apapun, sehingga mereka bisa menetapkan kebijakan perusahaan dengan “suka-suka”. Broker yang tidak teregulasi berani memberikan promosi yang beragam, leverage tinggi, serta minimal deposit yang sangat rendah.

Tak heran, masih banyak trader yang tertarik menggunakan broker tidak teregulasi karena fleksibilitasnya lebih tinggi. Namun perlu diingat, jika kalian trading di broker tidak teregulasi dan mereka melakukan kecurangan, maka kalian tidak tahu harus melapor ke mana.
kerugian trading di broker yang tidak diakui regulator forex
Hal ini tentu berbeda jika kalian memilih broker teregulasi. Kalian mendapatkan jaminan keamanan dana serta pikiran lebih tenang karena masih ada cara untuk melapor ke lembaga yang berwenang.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail