Share

Trader pemula saat ini dapat mengakses berbagai instrumen trading secara online, termasuk salah satunya adalah pasar forex atau saham. Mungkin saat ini kalian masih bingung, apa saja sih perbedaan forex vs saham? Mana yang paling cocok untuk ditradingkan supaya profitnya konsisten?

Inilah 5 Perbedaan Forex VS Saham Yang Paling Umum

Berikut adalah 5 perbedaan mendasar antara pasar Forex dan saham yang dapat kalian pertimbangkan sebelum memilih salah satu instrumen trading tersebut.

1. Jam sesi trading

Jam sesi trading adalah waktu pembukaan dan penutupan pasar di mana para trader aktif melakukan transaksi. Umumnya pergerakan harga tinggi (volatilitas) hanya terjadi selama sesi trading tersebut.
jam sesi trading
Pasar Forex dapat ditradingkan hampir 24/7 (non-stop). Hal tersebut dikarenakan proses penukaran uang yang selalu terjadi di hampir semua belahan dunia, terutama pada pair-pair Mayor seperti GBP/USD, USD/JPY dan AUD/USD.

Beda halnya dengan pasar saham, sesi tradingnya ditentukan oleh masing-masing bursa sentral negara asal. Misalnya saham emiten AAPL (Apple Inc.) di-listing pada bursa NASDAQ yang mengikuti sesi trading New York, atau emiten TLKM (Telkom Indonesia) yang terdaftar di bursa IDX juga hanya dapat ditradingkan pada sesi trading Jakarta.

Karena faktor waktu ini, jelas Forex Trading jauh lebih fleksibel bagi trader pemula. Kalian dapat dengan mudah memulai Forex Trading sebagai pekerjaan paruh waktu.

2. Besar Leverage

Leverage secara sederhana adalah besar ‘pinjaman’ dari broker yang diberikan pada nasabah untuk memperingan beban modal trading yang relatif besar. Hal ini sangat umum terjadi karena pada pair major seperti GBP/USD saja 1 Lot-nya ditransaksikan senilai USD 100.000 (sekitar Rp 1,5 Milyar). Tak heran leverage besar ditawarkan broker mulai dari 1:100 sampai 1: sekian ribu.
besar leverage
Perlu diketahui, beberapa broker Forex hanya diperbolehkan memberikan maksimal leverage sebesar 1:50 (terutama broker lokal di bawah OJK dan broker internasional dengan pengawasan dari CFTC). Sedangkan pasar saham umumnya tidak memberikan leverage sama sekali, atau leverage maksimal 1:2 hanya kepada beberapa nasabah khusus saja.

Peraturan ketat tersebut dikarenakan semakin besar Leverage, semakin besar pula risikonya. Karena itu, jika kalian menggunakan Leverage di atas 1:50, pastikan uang yang ditradingkan adalah uang dingin (anggap saja ongkos belajar), jangan gunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari untuk bertrading Forex.

3. Fundamental pasar

Pergerakan harga suatu aset instrumen pada dasarnya dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar yang mudah berubah karena isu-isu fundamental pasar, misalnya rilis berita ekonomi penting atau rilis audit suatu perusahaan.

Bedanya, pasar Forex memiliki cakupan fundamental jauh lebih besar daripada pasar saham karena sangat banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara, mulai dari rilis GDP, ketenagakerjaan, laju inflasi, dan lain sebagainya.

Sedangkan pada pasar saham, cakupan fundamental lebih spesifik karena kalian hanya perlu mengawasi news ticker (rilis berita) dari emiten saham terkait saja.

4. Swap dan Biaya Trading

Salah satu fitur yang paling mendasari perbedaan bertrading di pasar saham dan pasar Forex terletak di transparansi biaya tradingnya. Hal ini seringkali dilewatkan trader pemula karena broker kurang gamblang atau jelas dalam menjelaskan biaya-biaya apa saja yang akan ditanggung oleh nasabahnya selama bertransaksi.
swap dan biaya trading
Biaya trading Forex sangat bervariasi bergantung pada kebijakan masing-masing broker, tapi umumnya kalian akan dikenakan biaya seperti Swap saat satu atau lebih posisi trading telah melewati pergantian hari di platform trading broker (umumnya 1x24 jam), atau biaya terselubung seperti Spread yang akan selalu menarik posisi hingga floating minus beberapa pips setiap membuka posisi baru.

Di pasar saham, tak ada Swap ataupun Spread, jadi kalian bisa menahan posisi selama mungkin tanpa biaya tambahan, tapi biasanya akan ada pengurangan pajak penghasilan (0.1%) dari posisi yang sudah menguntungkan dan siap dicairkan.

5. Volatilitas

volatilitas
Karena fundamental pasar Forex yang sangat dinamis, pergerakannya pun juga lebih cepat daripada pasar saham. Itulah alasan kenapa trader lebih memilih bertrading forex dalam Time Frame pendek untuk meraup keuntungan secepat mungkin (day trading dan scalping).

Forex vs Saham, Mana Yang Cocok Untukmu?

Jika disimpulkan, pasar saham lebih cocok untuk kalian yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu panjang (> 3 bulan) dan memiliki profil risiko medium hingga tinggi. Sedangkan jika kalian punya selera risiko tinggi dan ingin meraih keuntungan cepat (< 24 jam), pasar Forex punya potensi yang lebih baik.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail