Share

Mungkinkan akun trading forex bangkrut? Ya, hal itu bisa terjadi, karena forex adalah aktivitas investasi yang berisiko tinggi. Maka sudah jadi tugas kalian sebagai investor untuk meminimalisir kemungkinan yang terjadi.

Sama seperti bisnis pada umumnya, keuntungan dan kerugian di forex adalah dua sisi mata uang yang saling berkaitan. Meskipun begitu, kalian tentu ingin meraih banyak profit dan tidak mengalami kebangkrutan ‘kan? Salah satu kuncinya adalah dengan Money Management yang baik.

Apa Itu Money Management?

Jika ditelusuri dari asal bahasa Inggrisnya, Money artinya “uang” dan Management artinya “pengelolaan”. Jadi, Money Management adalah cara untuk mengelola uang yang kita miliki. Jika kita berbicara soal forex, MM artinya adalah pengelolaan modal yang ada di akun trading.
money management
Semua orang mungkin berangkat dari besar modal yang beragam. Tak peduli kalian memulai trading dari 100 USD ataupun 10,000 USD, pengetahuan soal Money Management adalah modal yang paling utama. Karena itu, jangan melewatkan materi pengelolaan dana ini saat mulai jadi trader.

Cara Menerapkan Money Management yang Sederhana

Saat mulai trading forex, tentukan dahulu berapa kerugian yang bisa kalian tanggung. Semua orang siap untuk meraih keuntungan, tapi tidak banyak yang berani menyiapkan dirinya untuk merugi. Padahal, antisipasi untuk merugi akan membuat kalian lebih siap menentukan langkah selanjutnya.

1. Pengaturan Risk/Reward Ratio

Patokan umum untuk Risk/Reward Ratio (R/R) yang banyak digunakan oleh trader adalah 1:2 karena menghitungnya lebih mudah. Namun, bagi beberapa trader agresif dan berpengalaman, bisa saja mengatur R/R hingga 1:5. Untuk mengetahui angka R/R yang sesuai buat kalian, manfaatkan akun demo yang risk-free dan tidak menggunakan modal pribadi.
pengaturan rirs atau reward ratio
Pada dasarnya, tidak ada angka pakem dalam pengaturan Risk/Reward. Yang terpenting adalah tentukan R/R ini sebelum kalian memulai trading, bukan saat posisi sudah terbuka, apalagi ketika sedang mengalami floating loss.

2. Perhatikan Resiko Trading

Dalam forex, resiko trading yang meliputi besar dan volume transaksi bisa kalian kontrol dari awal. Ada beberapa cara untuk menentukannya agar tidak mengalami kebangkrutan akun, yaitu melalui:
  1. Resiko ekuitas total, dimana kalian menentukan berapa persen dari modal yang siap hilang ketika membuka posisi. Besar resiko ekuitas total yang sering dipakai adalah 20-30%.
  2. Resiko per posisi trading, biasanya berkisar antara 2-5% setiap satu kali transaksi. Prinsipnya, semakin besar resiko yang kalian gunakan, semakin sedikit juga kesempatan kalian untuk bertransaksi.

Gunakan Stop Loss dan Take Profit

Menggunakan Stop Loss akan membatasi jumlah kerugian maksimum yang bisa hilang dalam satu kali transaksi, sementara Take Profit mengunci jumlah maksimum yang bisa kalian menangkan. Dengan memasang SL dan TP, kalian telah memasang pengaman agar tidak mengalami kerugian lebih daripada yang direncanakan.

Tentu saja ada beberapa kerugian menggunakan stop loss, salah satunya yang sering membuat trader kesal adalah ketika melihat stop loss terpicu, order ditutup, lalu terjadi reversal hingga ke level take profit.
gunakan stop loss dan take profit
Meskipun pengalaman itu menjengkelkan, ada baiknya kalian tetap menggunakan Stop Loss untuk menghindari saat-saat ketika harga tidak bergerak sesuai prediksi dan kerugian semakin membengkak.

Ketahui Soal Drawdown dan Maximum Drawdown

Apa itu drawdown di forex? Drawdown adalah selisih nilai tertinggi akun selama periode tertentu dibandingkan dengan nilai akun setelah beberapa kerugian trading.

Misalnya, jika kalian memiliki 10,000 USD di akun kemudian kehilangan 500 USD, berarti nilai drawdownnya sebesar 5%. Semakin besar level drawdown, semakin sulit untuk memulihkan saldo akun dengan perdagangan yang menang.
drawdown
Solusinya, tetapkan level maksimum drawdown yang dapat diterima melalui backtesting strategi trading. Jika kalian menguji strategi mereka lebih dari 50 transaksi dan hanya pernah mengalami drawdown sebesar 6%, maka kalian dapat menetapkan 6 atau 7% sebagai maksimum drawdown.

Bagaimana Agar Tidak Bangkrut di Forex?

Salah satu faktor yang sering jadi penyebab akun trading forex bangkrut adalah kurangnya pengetahuan soal Money Management. Setelah membaca poin-poin di atas, sudahkah kalian menerapkannya pada aktivitas trading sehari-hari?

Yang tidak kalah penting gunakan uang dingin untuk mulai trading agar kalian tidak stress ketika akun forex bangkrut. Aktivitas trading jadi lebih sehat ketika kalian tidak terbawa emosi.

Jika kalian terburu-buru dan memaksa harus menang karena membutuhkan uangnya untuk tujuan lain, hal ini seringkali berdampak buruk dan meningkatkan kemungkinan loss.

Ingat kata pepatah: “Lakukan yang terbaik dan antisipasi kemungkinan terburuk”, jadi tradinglah dengan dana yang tidak akan mengganggu stabilitas dapur ketika kalian merugi.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail