Share

Rilis berita berdampak tinggi seringkali diikuti dengan volatilitas, salah satu hal yang diminati trader Forex untuk mengeruk keuntungan besar secepat mungkin. Dalam hitungan kurang dari 1 jam, harga dapat bergerak hingga ratusan pip, potensi keuntungan yang sangat menggiurkan, bukan?

Namun, tahukah kalian resiko trading di waktu News Release tersebut? Meski potensi keuntungannya sangat besar, risiko kerugiannya juga tak kalah menakutkan. Di waktu yang relatif singkat tersebut, salah langkah sedikit saja, bukan tak mungkin akun trading langsung terkena Margin Call.

Apa Saja Resiko Trading Di Waktu News Release?

Rilis berita umumnya mempengaruhi sentimen pasar dengan cepat, apalagi kalau rilis berita tersebut berkaitan dengan keadaan ekonomi suatu negara (laporan GDP, laporan klaim pengangguran, sampai perubahan bunga bank sentral).

Kalau diamati, biasanya akan terjadi tarik ulur antara Buyer dan Seller beberapa saat sebelum rilis berita. Kondisi tersebut akan ditunjukkan dengan terbentuknya candlestick Doji yang ekor dan kepalanya hampir sama panjang pada timeframe hourly (h1,h4).
risiko trading di waktu news release
Setelah rilis berita menetapkan skornya (bisa negatif atau positif), pasar akan segera merespon dengan cepat. Jika skor positif biasanya Seller akan segera angkat kaki dari pasar, sehingga harga langsung meroket. Sebaliknya, kalau skor negatif, buyer akan kehilangan momentum untuk mempertahankan posisi, sehingga pasar dikuasai oleh Seller.

Namun dalam kenyataannya, trading selama rilis berita jauh lebih rumit karena ada beberapa faktor risiko yang perlu kalian ketahui:

1. Slippage

Slippage adalah kondisi dimana harga mengalami pergeseran setelah market order (buy/sell) tereksekusi. Jadi, setelah buka posisi, harga aktual akan bergeser beberapa pips dari harga yang tertera di layar (price quote).
slippage
Slippage bisa bergerak ke dua arah, jika Slippage positif artinya harga bergeser searah dengan posisi. Sebaliknya, kalau Slippage negatif, berarti harga bergeser minus beberapa pips berlawanan dengan posisimu saat ini.

Misalnya, saat ini harga EUR/USD kini berada di level 1.16551(bid)/1.16554(ask), tapi setelah posisi Buy dibuka, harga tereksekusi di level 1.16504, berarti posisi mengalami Slippage negatif sebesar 5 pip.

Karena faktor ini, resiko kerugian akan semakin besar seandainya kamu membuka posisi, tapi ternyata pasar bergerak berlawanan arah selama rilis berita.

2. Over-leverage

Trader pemula seringkali terjebak dengan pilihan Leverage karena iming-iming potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan. Perlu dicatat, semakin besar Leverage, semakin besar pula resikonya.

Dalam akun normal 1 lot 1 pip bernilai sekitar 10 USD, katakan saja satu posisi 'dipompa' Leverage-nya hingga 5 lot, pergerakan 10 pips saja sudah bernilai 500 USD. Belum lagi kalau misalnya terjadi Slippage, terutama saat rilis berita.

3. Overtrading

Salah satu kebiasaan buruk trader adalah bertrading terlalu banyak karena pengaruh emosi, terutama selama rilis berita yang notabene selalu diikuti oleh volatilitas super tinggi.
overtrading
Sering terjadi akun mengalami MC, karena trader panik saat satu posisi mengalami floating minus, tapi bukannya membatasi kerugian, malah membuka posisi-posisi baru dengan harapan untuk menutup kerugian.

Bagaimana Cara Mengontrol Resiko Trading News?

1. Menggunakan Limit Order

Untuk menghindari kemungkinan Slippage, hindari menggunakan Instant Order/Market Order. Sebagai alternatifnya, gunakan Limit Order (Buy Limit/Sell Limit).

Limit order umumnya hanya akan tereksekusi jika harga telah menyentuh level yang ditentukan. Misalnya saat ini quote EUR/USD menunjukkan 1.16050/1.16052, lalu kalian memasang Buy Order di level 1.16060, maka order hanya akan tereksekusi jika harga naik menyentuh level tersebut.

Namun, jika likuiditas rendah (pair-pair minor), kemungkinan Slippage masih akan terjadi meski sudah menggunakan Limit Order.

2. Membatasi Leverage

Sebaiknya trader pemula menggunakan akun mini atau mikro untuk membatasi resiko trading di waktu news. Jumlah lot pada akun tersebut jauh lebih kecil (1/10 pada akun mini, 1/100 pada akun mikro), jadi ketahanan modal lebih kuat terhadap volatilitas tinggi selama rilis berita.

3. Membatasi resiko per posisi (Risk Management)

Risk Management sangat berguna untuk membatasi kerugian secara rasional. Biasanya perhitungannya ditentukan dari berapa persen kerugian yang sanggup ditanggung per posisi.

Misalnya, kalian sudah menentukan batasan resiko sebesar 10% per posisi, sedangkan modal kalian adalah USD 500 di akun mini dengan lot 0.1 (setiap pip bernilai 1 USD), maka setiap posisi akan dibatasi Stop Loss sebesar 10% dari modal (50 USD) atau pergerakan sekitar 50 pip.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail