Share

Meskipun trading kripto sedang nge-trend, trading gold masih memiliki peminat setia. Wajar saja, karena logam mulia yang satu ini memang punya karakteristik unik dan sulit untuk digantikan. Selain tahan dengan inflasi, harga emas cenderung naik dari masa ke masa. Selain itu, emas juga sering dianggap sebagai safe haven ketika kondisi sedang krisis.

Apakah kalian termasuk salah satu yang tertarik untuk memulai trading gold? Sebelum terburu-buru keluar dana besar, yuk berkenalan dulu dengan aset bersimbolkan XAU ini.

Ketahui Perbedaan Antara Investasi Dan Trading Gold

Di Indonesia, trading gold merupakan salah satu aktivitas yang paling disukai. Jujur saja, para marketing broker forex bahkan seringkali melabeli penawaran mereka dengan branding “Investasi emas berjangka”. Banyak yang terkecoh dengan iming-iming keuntungan besar, namun belum paham dengan mekanisme kontraknya.
 12014508398
Investasi adalah ketika kalian menaruh dana pada suatu aset atau individu, lalu mempercayakan orang tersebut untuk mengelolanya. Jumlah dana kalian bisa berkurang maupun bertambah, tergantung pada strategi yang dipakai oleh investor dan kondisi pasar.

Sementara trading adalah ketika kalian secara langsung melakukan transaksi jual beli aset tersebut. Sama seperti jual beli pada umumnya, kalian akan masuk ke dalam sebuah pasar dan bertemu pelaku pasar lain (buyer dan seller).

Saat ini, trading gold bisa kalian lakukan sendiri. Cukup mendaftarkan diri ke broker forex, siapkan dana yang cukup, pelajari platform tradingnya, lalu open posisi trading. Terdengar sederhana, memang. Apalagi sekarang trading gold sudah bisa dilakukan secara online, tidak perlu melakukan jual beli fisik (batangan), dan cukup menyimak pergerakan harga lewat layar komputer.

Agar Trading Gold Profitable, Terapkan Tips-Tips Berikut

Jika sudah paham dasar-dasar trading, memiliki modal, dan sudah punya akun, saatnya terjun ke pasar. Berbeda dengan instrumen forex seperti EUR/USD yang spreadnya terkenal tipis, spread trading emas lebih ganas. Sesuai dengan prinsip “High risk, high return”, kalian harus benar-benar teliti. Beberapa tips di bawah ini bisa menjadi panduan kalian:

1. Cek Tren Harga Yang Sedang Terjadi

Menjadi seorang trend follower bukanlah sebuah kesalahan, terutama jika kalian adalah trader ritel dengan modal terbatas. Ketika harga menunjukkan Uptrend, maka disarankan pasang posisi buy dengan harapan harga akan terus naik. Sebaliknya, buka posisi Sell ketika Downtrend mulai terlihat.
 12015039155
Kalian juga perlu tanggap dalam menyikapi sentimen investor kakap yang berasal dari bank-bank besar seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan JP Morgan. Sebagai bahan analisa jangka panjang, instansi-instansi tersebut juga sering membuat prediksi harga emas setiap awal tahun.

2. Perhatikan Volume Trading Emas

Sudah coba jualan, tapi tidak ada yang beli? Mungkin pasarnya sedang sepi! Hal itu berlaku juga pada pasar forex dan komoditas. Sebelum pasang posisi, cek dulu volume trading hariannya. Jika volume trading di hari tersebut sedang rendah, maka pergerakan harga cenderung lebih lambat. Jangan memaksakan diri masuk pasar jika tren belum terbaca, karena hal ini memicu emosi trading.

3. Manfaatkan Price Action, Masuk Saat Breakout

Bagi yang sudah sering trading Gold, akan memahami bahwa pair XAU/USD seringkali “ngeprank”. Karena itu, kesabaran adalah kunci utama saat akan trading. Solusinya, kalian bisa menggunakan strategi breakout dengan trendline maupun price pattern. Kedua strategi tersebut masuk ke dalam metode trading Price Action.

Jika kalian sudah memahami cara membaca trendline, maka gambarlah garis tersebut di chart, lalu tentukan titik entry dan exitnya. Begitu juga dengan cara analisa Price Pattern, ada 3 pola utama yang perlu kalian ingat, yaitu: descending triangle, ascending triangle, dan symmetrical triangle.
4. Gunakan Indikator yang Tepat, Amati Pola dan Formasi Chart

Selain trading gold dengan Price Action, kalian juga bisa memanfaatkan indikator yang sudah tersedia di platform Metatrader. Indikator yang bagus untuk trading gold antara lain:

- Exponential Moving Average (EMA), yaitu indikator berupa garis yang menunjukkan rerata harga dalam rentang waktu tertentu. Jika kalian seorang day trader, bisa mencoba setting 5 EMA dan 12 EMA.

- Relative Strength Index (RSI), indikator berbentuk Oscillator ini digunakan untuk membaca level Overbought dan Oversold dalam suatu chart.

- Stochastic Oscillator, ditandai dengan garis bertuliskan %K dan %D. Momen entry bisa dilakukan ketika indikator ini menunjukkan persilangan (Crossover) Bearish atau Bullish.

5. Perhatikan Manajemen Modal
 12014605378
Sama seperti aktivitas berisiko tinggi pada umumnya, trading gold juga memerlukan manajemen modal yang ketat. Pemahaman mengenai margin, lot, dan leverage yang digunakan harus dicermati sebelum memutuskan untuk buka posisi. Perlu diingat juga, spread pada trading gold bisa jadi melebar ketika ada event tertentu yang mengguncang pasar.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail