Share

Banyak trader professional merekomendasikan untuk trading melalui broker ECN. Sebenarnya, apa sih pengertian broker ECN itu, dan kenapa trader perlu mempelajarinya? Yuk, pelajari fakta-fakta pentingnya disini sebelum membuka akun trading real.

Apa itu Broker ECN dan Apa Bedanya Dengan Broker Lainnya?

Broker ECN (Electronic Communication Network) menggunakan jaringan komputer untuk memproses market order secara otomatis ke semua jaringan penyedia likuiditas. Karena mekanisme tersebut, pada dasarnya broker ECN hampir serupa dengan broker STP.

Namun, yang paling membedakan broker ECN dengan broker lain adalah kemampuan mereka untuk memberikan kuotasi harga sangat kompetitif, hingga spread hanya berjarak di bawah 1 pip hingga 0 (Zero Spread) pada instrumen trading dengan likuiditas super tinggi seperti EURUSD.

Hal tersebut dikarenakan jaringan penyedia likuiditas ECN jauh lebih besar dan terkoneksi satu sama lain, sehingga setiap market order hampir pasti dengan mudah dapat menemukan “lawan-nya”. Maksudnya, market order untuk membeli (Buy) di level sekian pasti dapat langsung menemukan penjual (Sell) di level yang hampir mendekati bahkan sama, begitu juga sebaliknya.
 27114209382

Namun, broker ECN umumnya menerapkan biaya trading berupa komisi untuk setiap pembukaan posisi. Besaran dari komisi ini berbeda-beda tiap broker, ada yang mengenakan tarif flat per 1 lot standard (kisaran 5 USD ke atas) ada pula broker menggunakan kombinasi spread dan tarif flat. Teliti baik-baik besaran biaya trading tersebut agar kalian tidak boncos saat mulai membuka posisi trading.

Berikut adalah tabel perbandingan broker ECN dengan broker lain:


Broker ECN
Broker STP
Broker Bandar (DD)
Spread
Di bawah 1 pip hingga 0
Di bawah 1 pip
Di atas 1 pip
Perantara
XXAda (dealing desk)
Requote
XXSering terjadi
Komisi
Flat fee
XX
Slippage
Sangat jarang
Jarang
Relatif sering


Singkatnya, kondisi trading Zero Spread dan minim Slippage ini sangat menguntungkan trader profesional dengan teknik scalping.

Apakah Broker ECN Cocok Untuk Trader Pemula?

Broker ECN memang memiliki kondisi trading yang menguntungkan bagi trader profesional, dengan catatan bahwa modal mereka cukup besar. Sayangnya, tak semua trader pemula berani menyiapkan modal besar selama tahapan belajar.

Kenapa butuh modal besar untuk trading di broker ECN? Inilah alasan-alasannya:
 27114339885
a. Biaya trading besar

Seperti dijabarkan di atas, broker ECN umumnya membebankan biaya trading berupa komisi yang dihitung flat per 1 lot standard. Semakin banyak posisi trading atau semakin besar lot yang digunakan per posisi, semakin besar biaya trading akan menumpuk. Salah perhitungan justru akan cepat menggerus akun trading sebelum mencapai Break Event Point (impas).

b. Tidak menyediakan akun mini atau mikro

Broker ECN tulen umumnya tidak menyediakan akun mini atau mikro dengan ukuran lot di bawah standar. Tentu saja hal ini akan memberatkan trader pemula yang masih belum siap membuka posisi dengan beban dan resiko setinggi itu.

Namun, broker ECN kadang menyediakan akun “sampingan” sejenis akun mini atau mikro dengan ukuran lot lebih kecil, tapi dengan kondisi trading yang sudah disesuaikan (bukan lagi menggunakan sistem ECN)

c. Leverage kecil

Karena regulasi di beberapa negara (termasuk Indonesia), broker ECN tidak diperbolehkan memberikan leverage lebih besar dari 1:50. Karena itu, trader dengan modal terbatas akan mengalami kesulitan untuk memperbesar “margin” keuntungannya.

Dari sisi terangnya, regulasi tersebut melindungi nasabah dari resiko Over Leverage yang seringkali menjebak trader.

d. Tidak ada bantuan bonus deposit atau semacamnya

Selain regulasi maksimum leverage, beberapa regulator juga tidak memperbolehkan broker ECN untuk memberikan bonus deposit kepada nasabah/klien baru. Regulasi “kontroversial” ini dimaksudkan untuk melindungi klien juga dari permasalahan overtrading.

Kesimpulan

Demikian adalah dasar-dasar dari pengertian broker ECN serta kelebihan dan kekurangannya untuk trader. Meski kondisi trading-nya sangat menguntungkan untuk Scalping (Zero Spread, Instant Execution dan No-Slippage), sayangnya broker tipe ini kurang cocok bagi trader pemula karena membutuhkan modal relatif besar agar posisi trading mampu bertahan dari biaya trading besar.

Kalau kalian benar-benar ingin mencoba belajar Scalping dengan modal terbatas, disarankan untuk mencari broker STP dengan akses ke akun mini/mikro dan fitur Low-Spread.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail