Share

Dalam komunitas trading, dikenal juga swing trader, dimana mereka membuka satu atau beberapa posisi sampai lebih dari satu hari untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Dalam satu posisi saja, tak jarang mereka berhasil mendapat profit puluhan hingga ratusan pip. Penasaran dengan metode dan cara kerjanya? Yuk mari pelajari metode serta plus minusnya.

Apa Itu Swing Trading?

Pada dasarnya, teknik swing trading adalah suatu gaya trading dimana trader memanfaatkan pergerakan harga (price swing) dari level pembukaan sampai closing. Karena itu, swing trader menyukai aset dengan volatilitas harga relatif tinggi untuk mendapat keuntungan sebanyaknya-banyaknya dalam satu atau lebih posisi trading.

Umumnya Swing Trader dapat menahan posisi trading dalam hitungan harian, mingguan bahkan bulanan, bergantung dari manajemen resiko dan ketahanan modalnya. Semakin lama mereka menahan posisi, semakin besar peluang profit dan resikonya.

Metode tersebut cukup berbeda dengan gaya trading yang lebih populer di kalangan trader ritel. Biasanya trader pemula mengadopsi gaya trading Day Trading atau Scalping, di mana trader hanya menahan posisi paling lama 1x24 jam saja.

Pertanyaannya, apa dasar perhitungan dari Swing Trader untuk menahan posisi selama itu?

Pertama, Swing Trader harus memahami betul konsep dari momentum atau kekuatan trend dari target asetnya. Pasalnya, Swing Trader harus memprediksi sejauh mana trend akan berlanjut atau berakhir untuk menentukan di mana dia harus entry dan exit posisi trading.

Trader dapat mengukur kekuatan trend dengan berbagai cara, yaitu:

a.Indikator RSI

Indikator RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator momentum sederhana yang dapat digunakan trader pemula untuk mengamati kekuatan trend pasar terkini. Cara pakainya cukup mudah, perhatikan di mana garis RSI saat ini berada. Jika garis RSI mendekati skor 70, itu artinya trend berada di puncaknya dan kemungkinan akan berbalik arah menurun (koreksi). Sebaliknya, trend bearish kemungkinan akan berakhir (rebound) jika skor mendekati skor 30.
 27111457459
b. Fibonacci Retracement
Fibonacci Retracement sering digunakan oleh trader untuk mengukur sejauh mana trend sebelumnya telah mengalami koreksi untuk kembali melanjutkan trend tersebut. Titik kontinuitas trend yang paling sering diincar Swing Trader berada di kisaran retracement 0.236, 0.382 dan 0.5
 27111542505
c. Price Action
Formasi candlestick juga seringkali dijadikan acuan untuk memperkuat akurasi sinyal trading. Perhatikan saat candlestick doji mulai terbentuk di sekitar level Resistance atau Support penting, itu artinya trend kemungkinan terbesar telah mencapai titik nadirnya dan siap berbalik arah (swinging).
 27111616287
Swing trader dapat menggunakan kombinasi dari tiga alat bantu tersebut untuk semakin memperjelas sinyal trading. Posisi akan dibuka saat trend terlihat akan masih berlanjut cukup lama atau pada saat trend siap mengalami reversal. Berikutnya, posisi akan ditutup jika trend telah berada di titik nadirnya (puncak Resistance atau lembah Support)

Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangan Swing Trader?

Swing trading menjanjikan potensi keuntungan besar dalam satu atau beberapa posisi saja, tapi ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum mencoba gaya trading ini, yaitu:

a. Ketahanan modal

Jumlah modal turut mempengaruhi performa Swing Trader, apalagi jika menggunakan akun lot standard. Trader harus memastikan terlebih dulu bahwa modal mampu bertahan dari volatilitas sementara, apalagi ketika trend sedang mengetes Resistance atau Support penting, biasanya harga akan tarik ulur terlebih dulu sebelum membentuk trend baru.

Rulesnya, jika menggunakan akun lot standard, minimal modal berada di kisaran USD 1.000. Kalau masih terasa berat, siapkan modal sekitar USD 100 di akun mini (1/10 lot standard) atau USD 10 di akun mikro (1/100 lot standard).

b. Biaya trading ekstra

Beberapa broker (umumnya ECN) memberlakukan biaya Swap untuk posisi yang telah berjalan lebih dari 1x24 jam atau lewat dari sesi pasar terakhir. Semakin lama trader menahan posisi, semakin besar pula biaya Swap menumpuk. Biaya Swap berbeda-beda antara broker, karena itu pastikan untuk bertanya kepada Customer Service tentang perhitungan Swap tersebut (jika ada).

c. Manajemen Resiko

Swing Trader perlu memberlakukan manajemen resiko ketat untuk mempertahankan performa konsisten. Kesalahan umum yang seringkali terjadi adalah ketika trader tak disiplin mengaplikasikan rasio risk:reward, sehingga profit dari satu posisi terhapus oleh kerugian dari posisi-posisi berikutnya.

Singkatnya, gaya Swing Trading memang ditujukan untuk trader bermodal relatif besar tapi memiliki kesibukan tinggi, jadi mereka memilih untuk memanajemen sejumlah kecil posisi trading saja dalam satu waktu.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail