Share

Istilah Scalping seringkali bermunculan pada forum trading, tapi tahukah kalian apa pengertian Scalping pada hakikatnya? Nah, supaya ketemu titik terang dan metode tradingnya, yuk kita pelajari dasar-dasarnya terlebih dulu.

Pengertian Teknik Scalping Dan Popularitasnya

Mempelajari dan mendalami teknik trading merupakan salah satu bekal utama bagi trader pemula supaya mampu meraih profit konsisten. Dari beragam teknik trading, bisa dibilang teknik Scalping termasuk metode yang paling populer dicari. Alasannya sederhana, dengan metode ini, kalian dapat mengeruk keuntungan besar dalam waktu secepat mungkin.

Intinya, teknik Scalping memanfaatkan volatilitas harga untuk mempertahankan posisi trading dalam waktu singkat saja (dalam hitungan jam atau lebih cepat) untuk meraup profit. Ingat, kata kuncinya adalah volatilitas dan posisi trading singkat.

Karena metode ini sangat bergantung pada volatilitas harga, maka aset-aset trading beresiko tinggi seperti Forex, CFD hingga Kripto menjadi target utamanya. Tak heran, dengan teknik scalping ini, trader profesional dapat meraih keuntungan puluhan hingga ratusan pip sekali trading.

Volatilitas tinggi juga seringkali didorong oleh para spekulan, terutama selama rilis berita atau event penting. Pada pasar Forex, rilis berita seperti perubahan suku bunga bank sentral, laporan PDB dan NFP (Non-Farm Payroll) sangat dinantikan oleh para scalper karena pergerakan harganya yang “liar”. Hampir serupa dengan pasar kripto, terkadang harga juga mengalami gejolak karena cuitan dari para Influencer seperti Elon Musk atau Vitalik Buterin.

Kalau kalian hanya memiliki waktu luang singkat dan ingin mendapat keuntungan cepat, teknik Scalping bisa menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Pengertian Teknik Scalping Dan Popularitasnya

Plus Minus Teknik Scalping

Dalam bertrading, trader wajib mengetahui peluang terbaik dan kelemahan dari strategi trading masing-masing. Pasalnya, kondisi pasar tak akan selalu bergerak sesuai ekspektasi, dan trader dituntut untuk beradaptasi cepat agar reward (profit) selalu lebih besar daripada resikonya alias “worth it”.

Kelebihan dari teknik Scalping adalah besarnya peluang dan alokasi waktu yang singkat, relatif cocok bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi. Dalam sekali trading, Scalper dapat membuka lebih dari satu posisi trading dan segera menutupnya begitu profit sudah mencapai target atau telah mencapai batas resiko.

Ngomong-ngomong soal resiko, ini juga kelemahan terbesar dari teknik Scalping, khususnya bagi trader pemula. Hal itu dikarenakan selama kondisi harga masih volatil, kesalahan sedikit saja dapat membuat akun kalian mengalami Margin Call, apalagi kalau kalian ceroboh memasang banyak posisi tanpa perhitungan matang.

Inilah alasan kenapa teknik Scalping sebenarnya tak begitu disarankan untuk trader pemula. Scalper membutuhkan ketahanan modal relatif besar sekaligus mental baja agar setiap posisi dapat terkontrol resikonya.

Bagaimana Cara Melatih Teknik Scalping?

Setelah memahami dasar-dasar pengertian Scalping, inilah saatnya untuk mencoba praktiknya. Untuk menghindari kerugian, belajarlah trading menggunakan teknik ini dengan menggunakan akun demo terlebih dulu sebelum berpindah ke akun real.

Hal pertama yang biasanya diperhatikan Scalper adalah sinyal trading untuk menentukan kapan harus membuka dan menutup setiap posisi trading. Sinyal tersebut umumnya berasal dari indikator teknikal seperti Moving Average, RSI, MACD, dan lain sebagainya.

Yang paling membedakan Scalper dari trader lain adalah time frame mereka. Lazimnya Scalper menggunakan Timeframe H4 atau Daily untuk membaca arah trend pasar. Setelah itu, mereka akan berpindah ke time frame lebih kecil (seperti h1 atau M15) untuk menemukan sinyal trading.

Contohnya seperti pada chart GBPUSD di bawah ini:
idv apa itu teknik scalping 3
Terlihat pada time frame h4, GBPUSD menampakkan trend mendaki (bullish), tapi beberapa candlestick terakhir menandakan potensi berakhirnya reli.
idv apa itu teknik scalping 4
Sebagai Scalper, cermati level-level harga penting di time frame kecil seperti m15. Misalnya pada chart di atas, sinyal Sell terkonfirmasi ketika MA periode pendek (kuning) memotong MA periode panjang (biru). Pasang order sell instan atau siapkan pending order untuk ‘menangkap’ peluang reversal bearish ketika harga terjun dari level Support penting (sekitar garis lurus biru, di level 1.34965).

Sedangkan untuk membatasi kerugian, seringkali Scalper justru tak menggunakan Stop Loss untuk menghindari Stop Loss Hunter. Sebagai gantinya, Scalper akan menggunakan perhitungan rasio risk:reward standar yaitu 1:2 yang artinya batas kerugian adalah setengah dari target profit. Misalnya target profit adalah 20 pip, maka Scalper harus bersiap menutup posisi secara manual jika harga bergerak berlawanan arah sebesar 10 pip. Demikian sekilas penjelasan kami mengenai teknik scalping dalam trading forex, semoga membantu kalian mendapat profit ya.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail