Share

Dalam kegiatan trading profesional, butuh lebih dari sekedar kemujuran untuk mendapat keuntungan besar, apalagi kalau kalian trading menggunakan cara scalping. Salah atur strategi justru akan membuat akun cepat mengalami Margin Call karena pembukaan posisi yang asal-asalan.

Untuk meraih profit konsisten, hal pertama yang perlu kalian pelajari adalah bagaimana cara membatasi resiko atau kerugian agar total profit dari posisi-posisi winning selalu lebih besar daripada posisi-posisi yang loss.

Berikutnya, trader pemula juga perlu menyusun strategi trading agar dapat dijadikan acuan sebelum membuka setiap posisi.

Panduan Dasar Cara Scalping

Sebelum mengeksekusi market order, trader sewajarnya harus mengamati beberapa faktor ini untuk mengidentifikasi peluang dan kondisi pasar:

a. Instrumen trading apa yang cocok untuk Scalping?

Teknik Scalping membutuhkan volatilitas harga cukup tinggi agar dapat memperoleh profit besar dalam waktu relatif singkat. Karena itu, aset berisiko tinggi seperti Forex (pair-pair mayor), kripto atau CFD cukup direkomendasikan.
a. Instrumen trading apa yang cocok untuk Scalping?

b. Kapan peluang trading terbaik muncul?

Peluang trading terbaik dengan cara Scalping adalah ketika harga bergerak cepat dalam waktu singkat. Momen-momen tersebut dapat kalian temukan umumnya di sesi trading New York (sekitar jam 8 malam sampai jam 5 pagi, WIB).

Hindari sesi-sesi trading dengan likuiditas rendah seperti saat hari libur (sabtu dan minggu atau hari raya internasional). Pasar dengan likuiditas rendah biasanya hanya bergerak mendatar dan kurang menguntungkan bila ditradingkan dengan cara scalping.

c. Kemana arah trend terkini?

Trend pergerakan harga dapat dijadikan acuan dasar untuk menentukan peluang trading terbaik. Dalam kondisi pasar bullish (trend harga mendaki), peluang untuk membuka posisi Buy lebih terbuka lebar. Begitu pula sebaliknya, selama trend bearish (trend harga menurun), peluang membuka posisi Sell akan lebih menguntungkan.
d. Apakah trend masih berlanjut?

d. Apakah trend masih berlanjut?

Mengetahui arah trend saja masih belum cukup, trader juga harus jeli mengamati kekuatan trend terkini untuk mengetahui kapan trend berpeluang untuk berubah arah. Karena begitu trend mengalami reversal, posisi trading beresiko untuk mengalami floating minus besar jika tidak segera diantisipasi.

Jangan ambil posisi Buy jika trend sudah hampir mendekati batas Resistance, atau hindari pembukaan posisi Sell jika harga terlihat akan mengetes batas Support.

e. Kapan waktunya membuka dan menutup posisi?

Sebagian besar trader akan memanfaatkan sinyal trading untuk menentukan kapan sebaiknya posisi trading mulai dibuka. Umumnya trader menggunakan bantuan indikator trading (seperti Moving Average, RSI, MACD, dsb.) sebagai acuan dasar untuk menemukan peluang terbaik pembukaan posisi.

Sedangkan untuk penutupan posisi, Scalper biasanya hanya menarget hingga harga bergerak mendekati Support atau Resistance terdekat. Close posisi Buy saat harga terlihat akan mendekati Resistance terdekat, atau tutup posisi Sell ketika harga mengetes Support terdekat.

Alat bantu seperti Fibonacci Retracement atau Regression Trend juga dapat digunakan untuk menentukan kapan sebaiknya posisi dipertahankan atau ditutup.

Cara Scalping Efektif Agar Profit Konsisten

Setelah memahami panduan dasar cara scalping, kalian dapat memperbaiki strategi trading agar lebih efektif dalam memaksimalkan keuntungan. Berikut adalah beberapa contoh yang dapat kalian pelajari untuk dipraktikkan di akun demo:
idv cara mudah profit dengan teknik scalping 4
Langkah pertama, ketahui dulu arah trend terkini dengan memantau sekilas pergerakan harga di time frame besar seperti H4 atau Daily. Pada contoh di atas, GBPUSD (h4) menampakkan kondisi trend mendaki (uptrend). Jadi, bisa disimpulkan peluang terbaik untuk scalping kali ini adalah dengan membuka posisi Buy ketika harga mengetes Support terdekat.

Berikutnya, pindah ke time frame lebih kecil untuk mengamati sinyal trading. Scalper biasanya menggunakan time frame kecil seperti m15 atau m30 untuk membidik sinyal trading terbaik. Misalkan target profit 20 pip, maka batas kerugiannya adalah 10 pip.
idv cara mudah profit dengan teknik scalping 5
Chart GBPUSD (m30) di atas sekilas belum menampilkan sinyal trading, tapi kalian dapat menyiapkan pending order untuk membuka posisi Buy ketika harga mendekati resistance dinamis dari garis Moving Average (periode 20, garis biru) di kisaran level 1.34820.

Setelah posisi buy tereksekusi, kalian dapat menarget profit di sekitar level Resistance terdekat (di kisaran level 1.35130-an). Batasi resiko dengan menggunakan rasio risk:reward setidaknya 1:2. Dengan rasio tersebut, keuntungan dipatok minimal 2 kali dari resiko kerugiannya.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail