Share

Yang namanya belajar trading, pasti suatu saat kalian akan bertemu dengan materi-materi tentang cara baca candlestick. Memang benar, sinyal trading dari pola-pola berbatang tersebut memang sudah diakui akurasinya oleh banyak trader, terutama bagi mereka yang menyukai metode analisa sederhana, tanpa banyak indikator bertumpuk di atas chart.

Sebenarnya cara baca candlestick sendiri itu tidaklah terlalu rumit, karena elemen-elemen dasar dari Candlestick itu sendiri sudah menjadi standar dasar pada chart beragam trading platform. Nah, tantangannya bagi pemula adalah bagaimana caranya menyikapi dengan cekatan sinyal-sinyal trading dari pola-pola candlestick tersebut

Kenapa Sinyal Trading Dari Candlestick Itu Akurat?

Banyak trader profesional mengandalkan sinyal trading dari candlestick karena akurasinya. Candlestick dianggap memiliki akurasi cukup tinggi karena candlestick adalah rekam jejak pergerakan harga itu sendiri. Dengan kata lain, sebagai trader kalian dapat mengamati dan mengukur kekuatan Buyer vs. Seller melalui formasi candlestick, mana di antara mereka yang lebih dominan dan ke arah mana trend harga akan berlanjut.
idvs cara mudah profit dengan membaca candlestick 2
Hal tersebut dapat kalian amati dengan jelas pada elemen-elemen dasar Candlestick yaitu:

a. Badan candlestick (level Open dan Close)

Level pembukaan dan penutupan pada setiap batang terlihat sebagai badan candlestick. Elemen ini cukup penting untuk diamati karena mengindikasikan pada level harga berapa harga dibuka (Open) dan sejauh mana Buyer atau Seller mampu menutup harga (Close).

b. Kepala dan ekor candlestick (level High dan Low)

Level tertinggi (High) tampak sebagai kepala Candlestick, dan level terendah (Low) terlihat sebagai ekor Candlestick. Elemen ini seringkali mengindikasikan sekuat apa Buyer mampu mendorong harga atau sejauh mana Seller dapat menekan harga.

c. Interval candlestick (time frame)

Pilihan time frame menentukan seberapa cepat tiap candlestick selesai terbentuk. Misalnya pada time frame Daily, setiap candlestick baru akan selesai terbentuk setiap 24 jam sekali. Umumnya, semakin besar time frame (H4, Daily, Weekly), semakin besar pula akurasinya.

Sinyal trading dapat diamati dari formasi satu atau lebih candlestick. Lazimnya, semakin banyak formasi yang terbentuk, semakin tinggi akurasinya, tapi semakin jarang pula terbentuk dengan sempurna pada chart. Inilah alasan kenapa banyak sekali pola-pola candlestick dibahas di forum trading, seperti misalnya Three White Soldier, Three Black Crows, Evening Star, dsb.

Untuk meningkatkan akurasi sinyal trading, trader profesional juga seringkali mengamati konfluensi antara pola candlestick dengan indikator lainnya. Maksudnya, kalian dapat memanfaatkan pola candlestick sebagai alat bantu untuk memastikan akurasi dari sinyal trading indikator favorit kalian. Contohnya, sinyal trading Bearish muncul ketika Moving Average menampilkan Death Crossing, nah, sinyal Bearish tersebut juga dikonfirmasi dengan terbentuknya pola candlestick Bearish seperti Marubozu (contoh chart di bawah)
idvs cara mudah profit dengan membaca candlestick 3

Dasar- Dasar Cara Baca Candlestick

Meskipun cukup banyak formasi-formasi candlestick yang dapat dijadikan sinyal trading, sebetulnya trader pemula tak perlu menghafal semua formasi pola-pola tersebut. Karena pada dasarnya, dalam kondisi nyata trading, formasi sempurna cukup jarang terbentuk.

Daripada melewatkan peluang trading karena menunggu formasi sempurna tersebut untuk terbentuk, lebih baik kalian menggunakan formasi candlestick sederhana (1-2 batang) sebagai alat bantu untuk mengkonfirmasi sinyal trading.

Langkah pertama, identifikasi arah trend harga terkini. Langkah ini penting untuk mengetahui seberapa jauh trend akan berlanjut atau berbalik arah.
idvs cara mudah profit dengan membaca candlestick 4
Misalnya pada chart BTC/USD di atas, panah hitam memperlihatkan terbentuknya pola candlestick Spinning Tops di puncak trend mendaki, yang mengindikasikan keraguan dari Buyer dan Seller untuk masuk pasar. Dari indikator RSI pun, terlihat bahwa pada saat pola tersebut terbentuk, pasar hampir menyentuh titik Overbought (jenuh beli) di kisaran skor 60.

Bisa disimpulkan pada saat itu reli BTC/USD telah kehabisan “tenaga” atau momentum untuk melanjutkan pendakian. Setelah pasar mengalami “tarik ulur”, ternyata pola Spinning Tops tersebut diikuti oleh pola candlestick Shooting Star (hampir sempurna), yang mengindikasikan bahwa Seller telah mendominasi pasar dengan level Closing yang bergerak menjauh dari level High dan Opening-nya.

Dari sini kalian dapat menunggu peluang untuk membuka posisi Sell setelah ada “lampu hijau” dari sinyal trading andalan.

Langkah berikutnya, tentukan Market order untuk buka posisi di level terkini, lalu target Take Profit saat harga mendekati Support dinamis yang diperlihatkan oleh Moving Average periode 20 (garis kuning), atau tunggu harga menjebol Support dinamis tadi dengan memasang Pending Order di bawah garis kuning.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail