Share

Pusing menghafal banyak pola candlestick? Sebenarnya kalian tak perlu menghafal semuanya loh. Cukup dengan mengamati beberapa formasi candlestick yang umum saja sudah cukup untuk dijadikan sinyal trading.

Kenapa Tak Wajib Menghafal Semua Pola Candlestick?

Seiring dengan perkembangan popularitas teknik analisa candlestick, semakin banyak pula istilah-istilah baru bermunculan dengan klaim akurasi yang lebih tinggi daripada pendahulunya. Sayangnya, banyak trader pemula makin kesulitan menghafal sekian banyak pola-pola candlestick.
idvs pola candlestick umum 2
Padahal dalam kenyataannya, tak semua pola-pola candlestick tersebut dapat digunakan sebagai sinyal trading, karena kondisi pasar masing-masing instrumen trading berbeda satu sama lain. Misalnya saja pada pasar saham dibandingkan pasar Forex.

Pada pasar saham, pasar seringkali dibuka pada level Opening berbeda dengan level Closing candle sebelumnya. Hal ini dapat diamati dengan mudah pada timeframe Daily dimana posisi Opening tiap candlestick bergeser dari Closing candle sebelumnya. Perhatikan chart AAPL (Apple Inc.) di bawah ini:
idvs pola candlestick umum 3
Sedangkan pada pasar Forex dan Kripto, pergeseran tersebut relatif lebih jarang terlihat karena pasar terus beroperasi sepanjang hari (24 jam pada bursa kripto, Forex libur sabtu minggu).

Nah karena secara visual, pergerakan harga pasar Saham berbeda dengan pasar Forex/Kripto, beberapa pola candlestick hanya valid dalam situasi khusus di instrumen trading tertentu. Misalnya pola-pola candlestick dengan formasi lebih dari 2 batang biasanya diperuntukkan untuk Day Trading pada pasar Forex/Kripto.

Kabar baiknya pola-pola Candlestick sederhana (1-2 batang saja) justru lebih dapat diandalkan karena lebih sering muncul dan dapat digunakan pada hampir semua instrumen trading.

3 Pola Candlestick Paling Umum

Dari sekian banyak pola candlestick, berikut adalah 3 pilihan pola candlestick tunggal yang paling sering muncul dan cukup penting untuk diamati formasinya:
idvs pola candlestick umum 4
a. Candlestick Doji dan Spinning Top (Market Indecision)

Doji dan Spinning Top memiliki bentuk yang hampir sama, yaitu panjang level High dan Low yang lebih tinggi dari level Opening dan Closing-nya. Pada Doji, level Closing sama dengan level Opening. Sedangkan pada pola Spinning Top, level Closing-nya bergerak sedikit atau mepet dari level Opening.

Kedua pola candlestick tunggal tersebut menandakan kondisi pasar yang masih dalam “keraguan”. Dalam artian, kekuatan Buyer dan Seller masih sama-sama kuat, dan mereka masih dalam mode wait-’n-see.

b. Marubozu (Continuation)

Pola ini mudah sekali dikenali karena bentuk badannya yang penuh, terlihat dengan harga Opening dan Closing selalu identik atau sangat mendekati level High dan Low-nya. Pola candlestick ini mengindikasikan kekuatan salah satu pihak yang lebih dominan dibanding lawannya. Misalnya pada Marubozu hijau (Bullish) artinya pasar sedang didominasi oleh Buyer..

Jika pola ini muncul dan bergerak searah dengan trend terkini, kemungkinan besar trend akan kembali berlanjut.

c. Hammer dan Shooting Star (Reversal)

Pola candlestick Hammer dan Shooting Star mengindikasikan peluang reversal trend dengan ciri khas panjang “bayangan” yang lebih panjang pada satu sisinya.

Pada pola Hammer, level Closing-nya biasanya selalu berada jauh dari level Low. Jika pola ini terlihat di penghujung trend Bearish, kemungkinan besar trend akan mengalami koreksi atau mengalami Bullish Reversal.

Hal yang serupa juga diindikasikan oleh pola Shooting star, bedanya level Closing bergerak menjauhi level High, sehingga bisa disimpulkan trend Bullish sebelumnya kemungkinan akan mengalami koreksi atau reversal menurun.

Cara Memahami Pola Candlestick Tanpa Perlu Menghafal

Sebenarnya ada metode untuk memahami arti pola candlestick tanpa perlu menghafal keseluruhan pola yang ada. Caranya cukup mudah, perhatikan tips berikut:

Langkah pertama, ketahui dulu trend harga terkini, apakah pasar sedang mengalami Uptrend atau Downtrend. Setelah trend terlihat jelas, tunggu sampai terlihat candlestick yang mengkonfirmasi kekuatan trend terkini.

Langkah berikutnya, amati pola candlestick terakhir. Jika di puncak trend terlihat candlestick Doji atau Spinning Top, itu berarti pasar masih sedang tarik ulur. Tunggu sampai muncul konfirmasi sinyal trading dari Indikator lain.
pola candlestick trading
Misalnya pada chart ETH (Ethereum) di atas, panah merah memperlihatkan pola candlestick Spinning Top yang mengindikasikan kondisi pasar masih wait & see. Nah, sinyal trading untuk Buy mulai terlihat ketika muncul candlestick Bullish Marubozu (panah biru) pada candle berikutnya.

Lain cerita kalau di akhir trend muncul pola Candlestick Hammer atau Shooting Star. Kedua pola tersebut justru mengindikasikan kemungkinan berbaliknya arah trend.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.


Recomended


Subscribe to Our
Newsletter

Indovestory Portal Berita Forex Terkini

Indovestory merupakan portal berita yang memberikan informasi terkini dan edukasi seputar kegiatan perdagangan valas atau Trading Forex.

Kategori

Hubungi Kami

Berlangganan Informasi Terbaru

Subscribe
Send Message

Get Latest news daily to your mail