Koreksi besar ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor fundamental dan sentimen makroekonomi.
1. Tekanan dari Kondisi Ekonomi Global
Ketidakpastian ekonomi global semakin kuat setelah isu penutupan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat mencuat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan mendorong investor global untuk menghindari aset berisiko seperti kripto. Akibatnya, terjadi pergeseran dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah.
2. Outflow ETF Bitcoin Mencapai US$2 Miliar
Berdasarkan laporan Farside Investors, dalam lima hari terakhir, terjadi outflow ETF Bitcoin hampir mencapai US$2 miliar. Ini menandakan kepercayaan investor institusional mulai menurun. Padahal, beberapa bulan sebelumnya, ETF Bitcoin menjadi pendorong utama reli harga. Ketika arus keluar meningkat, tekanan jual pun membesar, membuat harga Bitcoin semakin tertekan.
3. Likuidasi Massal di Pasar Futures
Data CoinGlass menunjukkan 488.380 trader terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan total kerugian mencapai US$2 miliar. Dari jumlah tersebut, posisi long menyumbang sekitar US$1,58 miliar. Ini menandakan banyak trader yang sebelumnya optimistis terhadap kenaikan harga justru kehilangan modal besar akibat volatilitas ekstrem.