Krisis Likuiditas Pandemi Covid-19 2020
Pandemi Covid-19 memicu kepanikan pasar global. Saham, komoditas, dan berbagai aset berisiko mengalami tekanan hebat akibat krisis likuiditas. Bitcoin sempat terkoreksi tajam di awal pandemi, namun tidak bertahan lama. Sepanjang 2020, harga Bitcoin justru melonjak signifikan dan mencatatkan pertumbuhan lebih dari 300 persen berdasarkan data pasar global.
Performa ini menunjukkan bahwa Bitcoin mampu bangkit cepat setelah tekanan ekstrem. Banyak analis menilai momen ini sebagai titik awal perubahan persepsi Bitcoin dari sekadar aset spekulatif menjadi bitcoin aset aman yang relevan di era krisis.
Keruntuhan Bursa Kripto FTX pada 2022
Tahun 2022 menjadi ujian besar berikutnya. Runtuhnya FTX mengguncang kepercayaan investor terhadap industri kripto. Harga Bitcoin memang turun tajam dan mencatatkan penurunan tahunan signifikan. Namun, yang penting dicatat, Bitcoin tetap bertahan dan tidak pernah kehilangan nilai sepenuhnya.
Setelah fase tekanan tersebut, pasar mulai menyesuaikan diri. Bitcoin memasuki fase konsolidasi yang lebih sehat, menandakan bahwa fundamental aset ini tetap kuat meski ekosistem sekitarnya mengalami krisis kepercayaan.
Kenaikan Suku Bunga Agresif The Fed pada 2023
Pada 2023, Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif untuk menekan inflasi. Kebijakan ini biasanya berdampak negatif pada aset berisiko. Namun, Bitcoin kembali mencatatkan pemulihan kuat dengan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun.
Fakta bahwa Bitcoin mampu tumbuh di tengah kebijakan moneter ketat memperkuat argumen bahwa bitcoin aset aman mulai memiliki posisi tersendiri dalam lanskap keuangan global.