1. Perhatikan Dividend Yield
Dividend yield adalah rasio antara dividen per saham dengan harga saham. Rasio ini menunjukkan seberapa besar potensi pengembalian dari dividen. Yield yang ideal biasanya tidak terlalu rendah, namun juga tidak terlalu tinggi karena bisa menandakan risiko.
2. Cek Konsistensi Pembayaran Dividen
Perusahaan yang rutin membagikan dividen selama 5 hingga 10 tahun menunjukkan stabilitas bisnis. Konsistensi ini menjadi indikator penting dalam memilih saham untuk passive income.
3. Analisis Dividend Payout Ratio
Dividend payout ratio menunjukkan persentase laba yang dibagikan sebagai dividen. Rasio yang sehat umumnya berada di kisaran 30 persen hingga 70 persen. Jika terlalu tinggi, perusahaan berisiko kesulitan mempertahankan dividen di masa depan.
4. Tinjau Kinerja Keuangan Perusahaan
Lihat laporan keuangan seperti laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Perusahaan dengan pertumbuhan laba yang konsisten memiliki peluang lebih besar untuk terus membagikan dividen.
5. Perhatikan Sektor Industri
Beberapa sektor dikenal memiliki karakteristik saham dividen tinggi, seperti perbankan, energi, dan consumer goods. Sektor ini cenderung menghasilkan arus kas stabil sehingga mampu membayar dividen secara rutin.
6. Evaluasi Utang dan Stabilitas Bisnis
Perusahaan dengan utang tinggi memiliki risiko lebih besar dalam membayar dividen. Rasio utang terhadap ekuitas perlu diperhatikan untuk memastikan perusahaan tetap sehat secara finansial.