Pilih Saham Tren atau Fundamental? Ini Strategi Investasi yang Paling Cuan!
Pilih Saham Tren atau Fundamental? Ini Strategi Investasi yang Paling Cuan!

Banyak investor pemula hingga berpengalaman sering dihadapkan pada pertanyaan penting: lebih baik memilih saham yang sedang tren atau saham dengan fundamental yang kuat? Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing, tergantung pada tujuan investasi dan profil risiko investor. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbandingan antara saham tren dan saham fundamental, sekaligus memberikan panduan praktis tentang cara memilih saham yang bagus untuk pemula agar strategi investasi Anda benar-benar cuan.
Mengenal Perbedaan Saham Tren dan Saham Fundamental
Apa Itu Saham Tren?

Saham tren adalah saham yang sedang ramai dibicarakan dan mengalami lonjakan harga dalam waktu singkat. Biasanya, saham-saham ini terdorong oleh berita, rumor, sentimen pasar, atau faktor eksternal lainnya seperti perubahan regulasi atau isu global. Contohnya termasuk saham sektor teknologi saat pandemi atau saham emiten yang mendapat proyek besar pemerintah.

Namun, perlu diingat bahwa saham tren sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Investor yang mengikuti tren harus memiliki kemampuan analisis teknikal yang baik dan siap mengambil keputusan cepat.

Apa Itu Saham Berdasarkan Fundamental?

Saham fundamental adalah saham dari perusahaan yang memiliki kinerja keuangan solid dan prospek bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Analisis fundamental meliputi pemeriksaan laporan keuangan, rasio keuangan seperti Price to Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), hingga manajemen perusahaan dan kondisi industrinya.

Contoh saham dengan fundamental kuat adalah saham-saham blue chip seperti BCA (BBCA), Telkom (TLKM), dan Unilever (UNVR). Saham-saham ini cenderung stabil dan cocok untuk investor jangka panjang yang mencari pertumbuhan konsisten serta dividen.

Cara Memilih Saham yang Bagus untuk Pemula: Panduan Dasar
Tips Dasar untuk Pemula dalam Memilih Saham

Memilih saham yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pemula. Berikut adalah beberapa cara memilih saham yang bagus untuk pemula:
  • Tentukan tujuan investasi: Apakah untuk jangka pendek (trading) atau jangka panjang (investasi)?
  • Kenali profil risiko pribadi: Apakah Anda siap menghadapi fluktuasi harga yang tajam?
  • Mulai dari sektor yang Anda pahami: Misalnya, jika Anda bekerja di sektor kesehatan, mulai riset emiten farmasi.
  • Gunakan aplikasi atau platform investasi terpercaya: Banyak aplikasi lokal seperti Ajaib, Bibit, dan Stockbit menyediakan data fundamental dan teknikal yang lengkap.

Indikator Penting dalam Analisis Fundamental

Beberapa indikator penting yang wajib diperhatikan pemula antara lain:
  • Laba Bersih: Apakah perusahaan menghasilkan keuntungan secara konsisten?
  • PER dan PBV: Bandingkan rasio dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama.
  • Dividen Yield: Cocok untuk investor yang mengincar pendapatan rutin.
  • Pertumbuhan Pendapatan: Apakah bisnis berkembang secara stabil?

Ciri-Ciri Saham Tren yang Layak Dipertimbangkan

Tidak semua saham tren berbahaya. Saham tren yang layak dipertimbangkan biasanya memiliki:
  • Volume transaksi tinggi
  • Sentimen pasar yang jelas (misalnya karena kebijakan pemerintah atau berita korporasi)
  • Momentum teknikal kuat (didukung indikator MACD, RSI, dll)
Namun, pemula tetap harus berhati-hati dan tidak terburu-buru membeli hanya karena fear of missing out (FOMO).

cara memilih saham yang bagus untuk pemula_ panduan dasar
Strategi Investasi Paling Cuan: Kombinasi atau Fokus?
Kapan Sebaiknya Memilih Saham Tren?

Saham tren cocok untuk:
  • Investor aktif yang memantau pasar setiap hari
  • Mereka yang paham analisis teknikal dan sentimen
  • Tujuan jangka pendek dan pengambilan cuan cepat

Contohnya adalah saat IPO saham teknologi besar atau saat ada sentimen positif pada sektor energi.

Kapan Sebaiknya Fokus pada Saham Fundamental?

Saham fundamental cocok untuk:
  • Investor pemula atau konservatif
  • Tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau biaya pendidikan
  • Portofolio yang stabil dengan risiko lebih rendah

Strategi Gabungan: Diversifikasi yang Seimbang

Strategi paling cuan justru seringkali berasal dari kombinasi antara saham tren dan fundamental. Anda bisa mengalokasikan:
  • 70% portofolio pada saham dengan fundamental kuat
  • 30% pada saham tren potensial dengan manajemen risiko ketat

Dengan cara ini, Anda tetap bisa meraih peluang dari tren jangka pendek tanpa mengorbankan kestabilan portofolio.

strategi investasi paling cuan
Studi Kasus Nyata Investor Saham
Misalnya, seorang investor pemula membeli saham BBCA karena laporan keuangannya kuat, dan ia memegang saham tersebut selama 3 tahun. Hasilnya, ia memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dan dividen. Di sisi lain, investor aktif yang membeli saham GOTO saat sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan kuartalan juga bisa meraih keuntungan cepat—asalkan tahu kapan harus menjual.
studi kasus nyata investor saham
Kesimpulan
Tidak ada strategi tunggal yang cocok untuk semua orang. Memilih saham tren atau fundamental harus disesuaikan dengan tujuan investasi, profil risiko, dan pemahaman pasar. Bagi pemula, memahami cara memilih saham yang bagus untuk pemula adalah langkah awal paling penting.

Pilihan Rekomendasi Broker

Berikut pilihan rekomendasi broker yang telah kami uji secara langsung dari sisi keamanan dana, kualitas eksekusi, kemudahan deposit dan penarikan, serta banyak hal lainnya. Silahkan klik link berikut.